Eman Suherman Sebagai Pemimpin yang Model Memaknai Idul Adha Dengan Dada Terkini


0

Eman Suherman, Sekretaris Daerah (Sekda) Majalengka dievaluasi pemimpin model masyarakat Majalengka. Sosok Eman tersebut mendapat dukungan besar untuk dapat memimpin Majalengka sebagai bupati selanjutnya.

Salah satu bentuk model Eman terefleksi dikala dirinya memaknai perayaan Idul Adha. Bagi Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Majalengka ini memberi tahu Idul Adha adalah sebuah pengorbanan untuk kebaikan.

“Makna dari Idul Adha bonus new member pertama adalah sebagai sebuah pengorbanan,” kata Eman yang menjalankan siaran seketika Instagram dari rumah masa kecilnya di Hegarmanah.

Eman melanjutkan, pengorbanan yang dimaksud adalah dikala Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk mengorbankan buah hatinya Nabi Ismail. Di samping itu, Eman menambahkan makna lain yang ada dalam Idul Adha adalah menimbulkan sikap keikhlasan.

“Kedua, makna Idul Adha itu adalah sebuah keikhlasan. Apabila tak didasari lapang dada tak mungkin. Makanya, bagaimana hari ini kita juga hidup agar terus menaburkan dan meniatkan diri selalu dengan lapang dada,” tambah Eman.

Selanjutnya, Eman membeberkan makna lainnya perihal ketakwaan. Pria yang akrab disapa mama Eman itu menegaskan, bahwa ketakwaan di dalam menjalankan perintah Kuasa yang Kuasa Esa dapat digunakan di dalam kehidupan sehari-hari.

“Ketiga, ketakwaan. Bagi kita bahkan dikala kita telah hidup ini dalam menggunakan kehidupan sehari-hari bagaimana pengorbanan selalu kita lakukan semata-mata untuk mengejar keridloan Allah,” ucap Eman.

Tak berhenti sampai di situ, Eman membeberkan di dalam Idul Adha ada makna berbagi yang tak dapat ditinggalkan. Ia menuturkan, kalau dengan berbagi karenanya kita telah memberikan manfaat terhadap orang lain.

“Makna Idul Adha lainnya adalah kecakapan berbagi. Khoirunnas Anfa’uhum Linnas, sebaik-baik orang adalah orang yang memberikan manfaat,” ungkapnya.

“Makna kurban orang yang telah berkurban pasti merasa dirinya menjadi ada sebuah kepuasan, dikala menjalankan ibadah kurban jadi menenangkan jiwa,” tandasnya.

Dukungan Kuat dari Kalangan Milenial
Eman Suherman, Sekretaris Daerah (Sekda) Majalengka dievaluasi calon bupati (cabup) yang paling paham dengan generasi muda di Majalengka. Berdasarkan itu digambarkan Eman via aktivitasnya di bidang Pramuka yang tengah digelutinya.

“Pekan aku dengan Eman masuk di Pramuka saja itu masuk di generasi Z,” kata Pengamat Politik Universitas Galuh, Aan Anwar Sihabudin, dikutip Selain (16/6/2024).

Ia sebagai Sekda, lanjut ia, posisi Eman Suherman sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Majalengka menumbuhkan simpati dari kalangan muda di bidang Pramuka. Jiwa muda Eman menjadi tenaga tarik generasi milenial mengidolakannya untuk memimpin Majalengka di masa depan.

Ia menambahkan, dengan semakin mudanya umur pemilih pada Pilkada 2024, Eman dievaluasi semakin meraih keuntungan. Ia menuturkan, modal Eman untuk meraih dukungan dari kalangan muda di Majalengka telah tercapai dengan keikutsertaannya di Pramuka.

“Mereka telah mengenal Pak Eman karena beliau hadir dikala organisasi Pramuka mengadakan kegiatan yang bersifat kemanusiaan,” ujar Aan.

Lebih lanjut, model Eman yang luwes dan masuk ke semua lapisan masyarakat membuatnya memiliki kelebihan diperbandingkan cabup Majalengka lain. Pramuka, Eman terus mengajak generasi muda menjadi pribadi yang tangguh.

Bagi Eman, Pramuka dapat menjadi wadah penguatan serta pengembangan karakter generasi muda. Pria yang akrab disapa mama Eman itu mengukur, Pramuka banyak mengajarkan hal yang bermanfaat dan bermanfaat dikala seseorang memasuki umur dewasa.


Like it? Share with your friends!

0

Comments

comments